Saat Semangat Down…

Saat Semangat Down…

Siklus naik-turun dalam semangat, karir, atau lainnya itu pasti. Ini diiyakan oleh dr. Tirta lewat video

di menit 38:26-38:39 (sisanya pelengkap penjelasan, dan ada candaan yang nggak relevan untuk semua orang).

Tulisan ini spesifik untuk “Saat Semangat Down”

Karena sudah tahu bahwa fase ini akan terjadi dan mungkin terulang di waktu dan keadaan berbeda, kayaknya memilih fokus ke cara handle-nya lebih masuk akal daripada berusaha membuat pagar agar fase ini nggak terjadi.

Karena sudah sadar bahwa fase ini ada dan pernah mengalami, kelak ketika jadi orang tua, rasanya nggak adil memaksa semangat anak untuk selalu up.

Untuk yang hidupnya penuh dengan target, target dan targetttt, fase ini rawan terjadi. Karena mustahil semua target tercapai sesuai harapan, mustahil semua rencana berjalan sesuai harapan.

Akan ada fase hasilnya bertolak belakang dengan harapan, lalu sebel sama diri sendiri atau orang yang terlibat, dan akhirnya “Semangat Down”.

Yang mungkin juga nggak terprediksi, ketika target atau rencana tercapai, bahkan melebihi harapan, setelahnya bagaimana? Yakin nggak hampa? Karena ada potensi ketika tercapai, setelahnya akan kehabisan alasan untuk semangat. Karena merasa selesai, padahal kamu masih hidup.

Di video yang sama, menit 17:36-18:38, dr. Tirta memilih mengejar hal yang semakin dikejar semakin nggak ada habisnya, yaitu pendidikan dan olahraga. Tambahan satu lagi “Ridho Allah”.

Pemicu lainnya yang bisa membuat “Semangat Down”:

  • Merasa lambat
  • Merasa prosesnya terlalu panjang
  • Terlalu fokus ke hasil
  • Takut orang komen jelek

Rumit memang,
Hidup tanpa ambisi, hambar.
Hidup terlalu berambisi, terlalu roller coaster.

Hari ini sosial media dan perkembangan teknologi sudah jadi bagian dari hidup yang sulit dipisahkan, baik dengan alasan pekerjaan yang mengharuskan berdampingan dengan sosial media, maupun sekadar mencari hiburan semu. Namun yang pasti, “Saat Semangat Down” nggak akan bisa auto up dengan doom scrolling.

Harus sadar, “Saat Semangat Down” dampaknya banyak:

  • Jadi malas ibadah
  • Jadi malas berkarya
  • Jadi malas belajar
  • Performa maksimal nggak bisa tercapai
  • Yang paling parah, iman juga ikut down

Lainnya tolong tulis di komen untuk reminder 😉

Lalu handle-nya gimana?
Cuma mau nulis satu, yaitu nggak boleh melakukan hal-hal yang membuat Allah nggak Ridho. Lebihnya sesuaikan kondisi saat itu, kalau tabungan cukup, pesan tiket, otw umroh misalnya.

Barra Aufa

Ada tips dari Mas Barra. Terima kasih, Mas Bar.

Copyright © 2026 Yudhavro